PADANG – Tokoh media Ranah Minang, Marlis, bersama para pimpinan redaksi media massa berbasis online (daring) di Sumatera Barat sepakat membentuk organisasi profesi Asosiasi Media Oneline Nusantara (Asantara). Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan yang digelar di Ketagian Resto, Padang, Jumat (26/6/2026).
Asosiasi yang dalam waktu dekat akan dideklarasikan ini dibentuk sebagai wadah pemersatu perusahaan media dan insan pers dalam menghadapi tantangan industri media digital yang terus berkembang.
Marlis mengatakan, Asantara hadir untuk memperkuat keberlanjutan bisnis media, menjaga kualitas serta independensi jurnalistik, sekaligus meningkatkan posisi tawar perusahaan media dalam menghadapi perubahan ekosistem informasi dan teknologi.
"Kemunculan asosiasi ini tidak lepas dari perkembangan teknologi informasi yang telah mendorong pertumbuhan industri konten digital di Indonesia. Karena itu, media harus memiliki wadah yang mampu menjawab tantangan zaman," ujar Marlis.
Menurutnya, Asantara akan menjalankan berbagai fungsi strategis, mulai dari membangun kerja sama antarmedia, meningkatkan kapasitas manajemen perusahaan pers, hingga memperkuat literasi bisnis bagi anggotanya agar mampu beradaptasi dengan perkembangan industri digital.
Selain itu, Asantara juga akan memperjuangkan kepentingan perusahaan media dan insan pers dari berbagai ancaman, termasuk upaya kriminalisasi terhadap jurnalis, serta mengadvokasi kebijakan pemerintah maupun platform digital agar lebih berpihak kepada media lokal.
Tak hanya itu, organisasi ini juga berkomitmen menjaga marwah jurnalistik dengan mendorong kepatuhan terhadap Kode Etik Jurnalistik, memfasilitasi sertifikasi dan verifikasi media, serta menolak penyebaran hoaks dan informasi yang menyesatkan.
"Organisasi ini juga menjadi wadah untuk mempererat jejaring antarmedia, berbagi solusi atas tantangan teknis maupun disrupsi teknologi, serta mendorong lahirnya jurnalisme siber yang adaptif terhadap perkembangan teknologi," tambahnya.
Setelah resmi dideklarasikan, Asantara diharapkan menjadi salah satu mitra strategis berbagai pemangku kepentingan dalam membangun tata kelola media digital yang sehat, profesional, dan berkelanjutan. Organisasi ini juga akan berperan aktif dalam pembahasan regulasi media digital bersama pemerintah, organisasi pers, dan stakeholder lainnya.
Pertemuan pembentukan Asantara di Ketagian Resto tersebut dihadiri oleh beberapa pimpinan redaksi media online dari berbagai perusahaan pers di Sumatera Barat. Seluruh peserta menyatakan komitmennya untuk bersama-sama membangun organisasi yang mampu menjawab tantangan industri media digital sekaligus memperkuat profesionalisme dan solidaritas insan pers di Indonesia.
(Fitrya S)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar