Notification

×

INDEKS BERITA

Ratusan Mahasiswa dan Pemuda Gelar Aksi, Tuntut Penegakan Hukum di Sumbar Dibenahi

30/06/2026 | 21:42 WIB Last Updated 2026-06-30T14:42:47Z

PADANG - Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Cipayung Plus Sumatera Barat menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolda Sumbar, Senin (29/6/2026). Massa yang berasal dari berbagai organisasi kepemudaan tersebut membawa spanduk, poster berisi kritik, serta menyampaikan orasi terkait penegakan hukum di Sumatera Barat.


Koordinator Lapangan, Taufikul Hakim, menyampaikan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat atas berbagai persoalan hukum yang dinilai belum ditangani secara maksimal oleh aparat penegak hukum.


Dalam orasinya, massa menyoroti maraknya aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dan galian C ilegal yang dinilai masih berlangsung di sejumlah daerah di Sumatera Barat. Mereka meminta aparat mengusut tuntas seluruh pihak yang diduga terlibat tanpa tebang pilih.


Selain itu, massa juga mendesak Bareskrim Mabes Polri mengambil alih penanganan kasus dugaan pabrik narkoba di Kota Padang. Menurut mereka, langkah tersebut diperlukan agar aktor intelektual yang diduga berada di balik kasus tersebut dapat diungkap secara menyeluruh.


Aksi sempat berlangsung memanas ketika sebagian peserta berupaya mendekati gerbang Mapolda Sumbar. Aparat kepolisian yang berjaga melakukan pengamanan dengan menghalau massa sehingga terjadi aksi saling dorong. Massa juga membakar ban bekas di depan lokasi sebagai simbol protes terhadap penegakan hukum yang mereka nilai belum maksimal.


Dalam aksi tersebut, Aliansi Cipayung Plus Sumatera Barat menyampaikan enam tuntutan kepada Mabes Polri, yakni meminta pemeriksaan terhadap Kapolda Sumbar atas dugaan pembiaran berbagai persoalan hukum, membentuk tim khusus pemberantasan PETI dan galian C ilegal, mengevaluasi seluruh direktur di lingkungan Polda Sumbar, memberhentikan pejabat yang terbukti bermasalah, mengusut tuntas kasus dugaan pabrik narkoba di Kota Padang, serta mendesak Kapolda Sumbar menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan mengundurkan diri sebagai anggota Polri.


Melalui aksi tersebut, massa berharap Mabes Polri memberikan perhatian serius terhadap berbagai tuntutan yang disampaikan demi mewujudkan penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan di Sumatera Barat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update