Talamau,Rakyat MerdekaTop- Sabtu, 25 Juli 2026 – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di Kecamatan Talamau semakin dikeluhkan masyarakat.
Sulitnya memperoleh BBM di SPBU akibat antrean kendaraan yang sangat panjang membuat banyak warga terpaksa membeli Pertalite di kios eceran dengan harga yang mencapai Rp15.000 hingga Rp17.000 per liter.
Kondisi ini dinilai sangat memberatkan, terutama bagi masyarakat yang setiap hari bergantung pada kendaraan untuk bekerja dan mencari nafkah.
Salah seorang warga Talamau, Afri, mengaku kesulitan mendapatkan Pertalite karena harus mengantre berjam-jam di SPBU.
"Kalau begini terus kami akan sengsara. Kami berangkat kerja dari pagi, sedangkan antrean di SPBU sangat panjang. Terpaksa beli di eceran dengan harga Rp15.000 sampai Rp17.000 per liter. Ini sangat membebani kami," ungkapnya.
Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah warga lainnya.
Mereka berharap pemerintah daerah bersama Pertamina segera turun tangan mencari solusi agar pasokan Pertalite kembali normal.
Menurut mereka, kelangkaan yang berkepanjangan tidak hanya berdampak pada biaya transportasi, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.
Masyarakat mendesak pemerintah untuk segera berkoordinasi dengan pihak Pertamina guna memastikan distribusi Pertalite berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
Warga berharap langkah cepat segera diambil agar antrean panjang di SPBU dapat terurai dan harga Pertalite di tingkat eceran kembali stabil.
Hingga berita ini ditulis, masyarakat masih menunggu tanggapan resmi dari pemerintah maupun pihak Pertamina terkait penyebab kelangkaan Pertalite di wilayah Talamau serta langkah yang akan diambil untuk mengatasi persoalan tersebut.
Warga berharap aspirasi mereka segera didengar, sehingga masyarakat tidak lagi menanggung beban akibat sulitnya memperoleh BBM dengan harga yang wajar.
(Syafrie)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar