PADANG – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat melalui Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR) Induk Sumbar 4 terus mengintensifkan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat melalui program "Polantas Menyapa". Program ini menjadi bagian dari upaya preventif dan humanis Polri dalam membangun budaya tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, personel Sat PJR Induk Sumbar 4 turun langsung ke jalan menyapa para pengendara sekaligus memberikan imbauan agar selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara. Edukasi disampaikan secara persuasif mengenai pentingnya menggunakan helm berstandar Nasional Indonesia (SNI), mengenakan sabuk pengaman bagi pengguna mobil, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, serta melengkapi surat-surat kendaraan.
Petugas juga mengingatkan bahwa penggunaan helm bukan sekadar untuk menghindari sanksi tilang, melainkan sebagai perlindungan utama yang dapat meminimalkan risiko cedera berat hingga kematian apabila terjadi kecelakaan lalu lintas.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.I.K., mengatakan bahwa program Polantas Menyapa merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat dengan mengedepankan pendekatan edukatif dan humanis.
"Melalui program Polantas Menyapa, kami ingin mengajak masyarakat untuk memahami bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan kebutuhan dan tanggung jawab bersama. Menggunakan helm, mematuhi aturan, serta melengkapi perlengkapan berkendara bukan semata karena ada petugas, tetapi karena setiap orang memiliki hak untuk pulang ke rumah dengan selamat," ujar Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq.
Ia menjelaskan, hingga saat ini faktor manusia masih menjadi penyebab dominan terjadinya kecelakaan lalu lintas, terutama akibat rendahnya disiplin berkendara dan mengabaikan penggunaan perlengkapan keselamatan.
Karena itu, pendekatan edukasi secara langsung kepada masyarakat dinilai sebagai langkah strategis untuk menumbuhkan kesadaran dari dalam diri setiap pengguna jalan agar menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan.
Menurutnya, helm memiliki fungsi yang sangat vital dalam melindungi kepala dari benturan keras yang berpotensi menyebabkan cedera serius bahkan meninggal dunia saat terjadi kecelakaan.
"Helm bukan sekadar pelengkap atau kewajiban administratif. Helm adalah pelindung utama yang dapat menyelamatkan nyawa. Karena itu kami terus mengingatkan masyarakat agar selalu menggunakan helm SNI dengan benar, baik untuk pengendara maupun penumpang," tegasnya.
Dirlantas menambahkan, Ditlantas Polda Sumbar akan terus melaksanakan berbagai program preventif secara berkelanjutan, mulai dari sosialisasi di sekolah, komunitas, hingga dialog langsung dengan masyarakat di jalan raya.
"Kami berharap melalui kegiatan ini tumbuh kesadaran masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai budaya. Tertib berlalu lintas harus lahir dari kesadaran, bukan karena takut terhadap penindakan. Jika seluruh pengguna jalan disiplin dan saling menghormati, maka angka kecelakaan dapat ditekan dan keselamatan bersama dapat terwujud," harapnya.
Selain itu, Ditlantas Polda Sumbar juga mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa kondisi kendaraan sebelum bepergian, memastikan kondisi fisik tetap prima, tidak menggunakan telepon genggam saat berkendara, serta senantiasa mematuhi seluruh aturan lalu lintas demi terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Sumatera Barat.
Melalui program Polantas Menyapa, Ditlantas Polda Sumbar menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat melalui edukasi yang berkesinambungan, sehingga semakin banyak masyarakat yang menjadikan keselamatan sebagai budaya dalam berkendara demi melindungi diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya. ()


Tidak ada komentar:
Posting Komentar