PESISIR SELATAN – Dugaan praktik penyalahgunaan dan distribusi ilegal bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di wilayah Pesisir Selatan, Sumatera Barat, hingga Mukomuko, Bengkulu, kembali menjadi sorotan masyarakat. Sejumlah warga mengaku menemukan aktivitas mencurigakan yang diduga melibatkan armada pengangkut BBM dalam jumlah besar dan berlangsung secara berulang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga, solar subsidi tersebut diduga berasal dari SPBU 14.256.563 Silaut, Kabupaten Pesisir Selatan. BBM diduga diangkut menggunakan berbagai jenis kendaraan, mulai dari mobil pengangkut crude palm oil (CPO) hingga truk fuso dengan kapasitas angkut yang disebut mencapai ratusan liter.
Masyarakat menduga aktivitas tersebut merupakan bagian dari praktik pelangsiran BBM bersubsidi. Solar yang diperoleh dari berbagai kendaraan diduga dikumpulkan terlebih dahulu sebelum didistribusikan kembali kepada pihak tertentu.
Salah seorang warga yang meminta identitasnya disamarkan dan disebut dengan inisial N mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dugaan praktik tersebut. Menurutnya, apabila benar terjadi, kondisi itu dapat berdampak pada ketersediaan solar subsidi bagi masyarakat yang berhak menerima.
"Kami khawatir masyarakat yang benar-benar membutuhkan solar subsidi justru semakin sulit mendapatkannya. Jika dugaan ini benar, tentu sangat merugikan," ujarnya.
Selain itu, warga juga menduga solar yang telah dikumpulkan kemudian dijual kepada pihak pengepul sebelum kembali dipasarkan dengan harga yang lebih tinggi. Dugaan praktik tersebut dinilai berpotensi mengganggu distribusi energi bersubsidi yang telah disiapkan pemerintah untuk kelompok masyarakat tertentu.
Pengamat masyarakat setempat menilai, apabila dugaan tersebut terbukti, maka praktik tersebut tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga berpotensi mengurangi ketersediaan solar subsidi bagi sektor-sektor yang menjadi sasaran program pemerintah.
Atas kondisi tersebut, warga berharap aparat penegak hukum, instansi terkait, serta pihak Pertamina segera melakukan penyelidikan menyeluruh guna memastikan kebenaran informasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Masyarakat juga meminta pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi di wilayah Pesisir Selatan hingga Mukomuko diperketat agar penyalurannya berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.
"Kalau memang ditemukan adanya pelanggaran atau penyalahgunaan BBM bersubsidi, kami berharap seluruh pihak yang terlibat diproses sesuai hukum yang berlaku tanpa pandang bulu," tegas seorang warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPBU terkait maupun instansi berwenang mengenai dugaan tersebut. Redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait untuk memperoleh informasi yang berimbang.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar