Notification

×

INDEKS BERITA

Razia Mendadak Saat Kunjungan DPR RI, Lapas Muaro Padang Diminta Perkuat Pengawasan

05/06/2026 | 08:16 WIB Last Updated 2026-06-05T01:16:20Z

 


PADANG – Suasana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Muaro Padang dilaporkan sempat memanas setelah seorang anggota DPR RI Komisi XIII bersama stafnya melakukan kunjungan yang berlanjut dengan razia mendadak ke sejumlah kamar hunian warga binaan pada kamis(4/6/2026) siang.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, razia dilakukan bersama Ronaldo Davinci Talesa Kepala Lapas Kelas IIA Padang dengan menyasar salah satu kamar hunian di Blok 3A. Dari pemeriksaan tersebut, dilaporkan ditemukan sekitar 10 unit telepon genggam di dalam kamar warga binaan.

Temuan itu kembali memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan di lingkungan lapas. Pasalnya, telepon genggam merupakan salah satu barang terlarang yang menjadi fokus utama Program Zero Halinar, yakni upaya pemberantasan handphone, pungutan liar, dan narkoba di dalam lembaga pemasyarakatan.

Setelah pemeriksaan di Blok 3A, razia dilanjutkan ke sejumlah kamar lainnya. Namun, kegiatan tersebut disebut memicu reaksi dari beberapa warga binaan karena berlangsung bertepatan dengan waktu Salat Zuhur. Situasi sempat memanas, meski kemudian dapat kembali dikendalikan oleh petugas.

Perhatian publik kini tertuju pada substansi temuan dalam razia tersebut. Jika benar ditemukan sekitar 10 unit telepon genggam di dalam kamar warga binaan, muncul pertanyaan mengenai bagaimana barang-barang terlarang tersebut dapat masuk dan bertahan di dalam lapas tanpa terdeteksi dalam pengawasan rutin.

Sorotan terhadap Lapas Muaro Padang semakin menguat karena sepanjang Mei 2026 lembaga tersebut beberapa kali dikaitkan dengan berbagai isu, mulai dari dugaan aktivitas perbankan ilegal, temuan telepon genggam, hingga pengembangan kasus narkotika yang disebut mengarah kepada penghuni lapas.

Berbagai temuan dan informasi yang muncul dalam beberapa waktu terakhir dinilai perlu menjadi bahan evaluasi serius bagi pihak terkait untuk memperkuat sistem pengawasan internal serta memastikan pelaksanaan Program Zero Halinar berjalan secara efektif dan konsisten.

Kembalinya temuan telepon genggam dalam jumlah yang cukup banyak membuat publik mempertanyakan sejauh mana langkah pembenahan yang telah dilakukan selama ini. Masyarakat juga menunggu penjelasan resmi dari pihak manajemen Lapas Muaro Padang mengenai hasil razia tersebut, termasuk tindak lanjut yang akan diambil untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

Selain itu, sejumlah kalangan menilai perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan, mekanisme pemeriksaan, serta jalur masuk barang ke dalam lapas. Langkah tersebut dinilai penting guna mengungkap akar persoalan dan memastikan seluruh prosedur pengamanan berjalan sesuai ketentuan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Lapas Kelas IIA Muaro Padang terkait temuan yang dilaporkan dalam razia tersebut maupun hasil pemeriksaan lanjutan atas barang-barang yang ditemukan.

(Fitrya S)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update