PADANG – Kondisi tambalan jalan di Jalan Lolong Karan, Kelurahan Sungai Sapih, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, menuai keluhan dari masyarakat. Tambalan pada bekas lubang yang telah diperbaiki dinilai tidak rata sehingga mengurangi kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.
Berdasarkan hasil pemantauan langsung yang dilakukan Firman Wanipin, Wartawan Harian Umum Rakyat Sumbar, pada Sabtu (1/8/2026), terlihat sejumlah titik bekas perbaikan jalan memiliki permukaan yang bergelombang. Kondisi tersebut membuat kendaraan yang melintas harus memperlambat laju dan pengendara merasakan guncangan saat melewati lokasi.
Salah seorang pengendara sepeda motor, Syahril, warga Kelurahan Balai Baru, mengaku setiap hari melintasi ruas jalan tersebut. Menurutnya, kualitas tambalan jalan saat ini jauh berbeda dibandingkan dengan pekerjaan perbaikan yang dilakukan ketika menjelang pelaksanaan Tour de Singkarak.
"Tambalannya tidak rata, jalannya jadi bergelombang dan membuat kendaraan melonjak-lonjak. Anehnya, kalau ada acara Tour de Singkarak, jalan yang ditambal selalu mulus, rata, dan sangat nyaman dilewati. Kami berharap Dinas PUPR Kota Padang bisa mengerjakan penambalan dengan rapi dan rata seperti itu juga untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat," ujar Syahril.
Firman Wanipin menilai perbaikan jalan seharusnya tidak hanya berorientasi pada menutup lubang untuk mengurangi risiko kecelakaan, tetapi juga memperhatikan standar kualitas pengerjaan agar permukaan jalan tetap rata, nyaman dilalui, serta dapat menjaga keawetan kendaraan dan kelancaran arus lalu lintas.
Ia berharap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang dapat melakukan peninjauan ulang terhadap hasil pekerjaan di lokasi tersebut dan segera melakukan perbaikan apabila memang ditemukan ketidaksesuaian dengan standar teknis yang berlaku.
Selain itu, masyarakat juga berharap kualitas pekerjaan penambalan jalan dapat diterapkan secara konsisten di seluruh wilayah Kota Padang, sehingga tidak hanya dilakukan secara maksimal saat menjelang pelaksanaan kegiatan atau agenda berskala besar, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.
Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari Dinas PUPR Kota Padang terkait keluhan masyarakat tersebut.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar