Padang - Meningkatnya kasus dugaan tindak kriminal yang melibatkan anak dibawah umur di Sumatera Barat, khususnya Kota Padang mendapat sorotan serius dari Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Gema Macan Asia Sumatera Barat (DPW GMA Sumbar), Robbie Pratama.
Robbie menilai, persoalan tersebut tidak bisa lagi dianggap sebagai kasus biasa. Maraknya anak dibawah umur yang diduga terlibat dalam tindak kriminal menjadi sinyal adanya persoalan serius dalam pengawasan keluarga, lingkungan sosial, pendidikan hingga peran pemerintah dan unsur adat.
“Siapa yang harus bertanggung jawab? Apakah pemerintah? Apakah orang tua? Atau ninik mamak? Ini harus menjadi pertanyaan serius bagi kita semua,” tegas Robbie.
Ia mempertanyakan sejauh mana peran seluruh pihak dalam menjaga, membina dan mengawasi anak-anak agar tidak terjerumus ke dalam tindakan yang berpotensi melanggar hukum.
Menurutnya, orang tua sebagai lingkungan pertama bagi seorang anak tentu memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pengawasan dan pendidikan. Namun, dalam kehidupan sosial masyarakat Minangkabau, peran ninik mamak dan unsur adat juga tidak bisa dipisahkan begitu saja.
“Peran ninik mamak perlu kita pertanyakan. Dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya di Minangkabau, nilai adat dan fungsi keluarga seharusnya menjadi benteng bagi generasi muda. Lalu, ketika anak-anak mulai terlibat persoalan hukum, dimana fungsi pengawasan tersebut?” ujar Robbie kepada awak media, Selasa (01/09/26).
Sorotan itu semakin menguat setelah sejumlah kasus dugaan pencurian yang melibatkan anak dibawah umur terjadi di Kota Padang.
Kasus terakhir, seorang anak diamankan pihak kepolisian karena diduga mencuri seekor burung yang nilainya diperkirakan mencapai Rp5 juta.
Sebelumnya, tiga orang anak juga diduga terlibat dalam pencurian telepon genggam disalah satu toko di Plaza Andalas, Kota Padang.
Bagi Robbie, kasus-kasus tersebut tidak seharusnya hanya dilihat dari sisi penegakan hukum semata. Lebih jauh, menurutnya, semua pihak perlu menelusuri akar persoalan yang menyebabkan anak-anak berada dalam situasi hingga diduga melakukan tindakan kriminal.
“Jangan hanya berhenti pada penangkapan atau penanganan kasusnya. Kita harus bertanya, kenapa anak-anak ini bisa sampai melakukan hal seperti itu? Apakah mereka mendapatkan pengawasan yang cukup? Apakah mereka bersekolah? Bagaimana kondisi keluarga dan lingkungannya?” kata Robbie.
Ia secara khusus menyoroti persoalan pendidikan. Robbie mempertanyakan masih adanya anak-anak yang tidak mendapatkan akses atau perhatian yang cukup terhadap pendidikan.
Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan hak-hak anak terpenuhi, termasuk hak untuk memperoleh pendidikan sebagaimana amanat Undang Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
“Kalau ada anak yang tidak bersekolah, ini harus menjadi perhatian serius. Pemerintah tidak boleh hanya hadir ketika persoalan sudah terjadi. Pencegahan harus dilakukan sejak awal,” tegasnya.
Robbie menilai persoalan anak yang terlibat tindak kriminal merupakan alarm bagi pemerintah daerah, orang tua, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, ninik mamak serta seluruh elemen masyarakat.
Ia menegaskan, tidak tepat jika persoalan tersebut hanya dibebankan kepada anak. Anak-anak, menurutnya, merupakan bagian dari lingkungan keluarga dan masyarakat yang memiliki kewajiban bersama untuk memberikan pendidikan, pembinaan, perlindungan serta pengawasan.
“Jangan sampai kita hanya sibuk mencari siapa yang salah setelah anak-anak berhadapan dengan persoalan hukum. Yang harus dilakukan sekarang adalah mencari akar masalah dan memperbaikinya bersama-sama,” ujarnya.
Robbie mendorong pemerintah daerah untuk lebih serius melakukan pendataan terhadap anak-anak yang putus sekolah dan berisiko terjerumus ke dalam pergaulan negatif. Ia juga meminta adanya penguatan pembinaan di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat serta lembaga adat.
Menurutnya, diperlukan langkah nyata dan kerja sama lintas sektor agar persoalan tersebut tidak terus berulang.
“Anak-anak adalah generasi penerus. Kalau hari ini kita abai terhadap pendidikan, pembinaan dan pengawasan mereka, maka jangan menunggu sampai persoalannya semakin besar baru kita mencari siapa yang harus disalahkan,” pungkas Robbie.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar