Notification

×

INDEKS BERITA

IKW-RI Sambangi Rumah Ketua Davit Efendi: Kunjungan Penuh Haru Jelang Operasi Mata

05/12/2025 | 20:29 WIB Last Updated 2025-12-05T13:29:55Z

Padang |  Suasana hangat menyelimuti Perumahan Jala Utama 2 Pampangan pada Jumat siang sekitar pukul 14.00 WIB. Sejumlah anggota Ikatan Keluarga Wartawan Republik Indonesia (IKW-RI) menyambangi kediaman ketua mereka, Davit Efendi, yang tengah bersiap menghadapi operasi mata. Kunjungan tersebut menjadi bukti nyata kuatnya rasa kekeluargaan yang mengalir dalam tubuh organisasi ini.

Rumah Ketua Mendadak Jadi Ruang Keluarga

Satu per satu anggota IKW-RI hadir sebagai bentuk dukungan: Nal Koto, Rusdi Chandra, Osmond, Rini, Sukra, Hendri Alisyanews, Andri, Wyndoee, Hen Integritas, dan Cimrawati. Kehadiran mereka membawa suasana seperti rumah keluarga besar yang lama tak berkumpul.

Begitu pintu rumah dibuka, Davit menyambut dengan senyum yang sulit disembunyikan. Ada haru, ada syukur, namun juga ketegangan jelang operasi yang perlahan mencair.

“Kalau bisa, jangan pulang cepat,” ucap Davit berseloroh, memancing tawa sekaligus memperlihatkan betapa berharganya kehadiran para sahabat seperjuangannya.


Malapeh Taragak: Tawa Pemecah Ketegangan

Tak butuh waktu lama, ruang tamu sederhana mendadak riuh dengan gelak tawa. Mereka saling malapeh taragak, melepas rindu setelah sekian lama jarang berkumpul dalam suasana santai.

Candaan khas IKW-RI mengalir natural, membuat suasana makin cair. Setiap tawa menjadi bentuk terapi tersendiri bagi Davit.

“Kita ini sesakit sesenang sepenanggungan,” ujar salah satu anggota, disambut anggukan penuh makna.


Davit Menjamu dengan Sepenuh Hati

Meski tengah sakit, Davit tak kehilangan sifat ramahnya. Ia sibuk menyiapkan segala hidangan yang ada di rumah, bahkan hampir memindahkan isi lapau kecil di depan rumah demi menjamu tamunya.

“Ambiak sajolah, apo ado. Yang penting kito samo-samo,” katanya sambil tertawa.


Gestur itu membuat rombongan semakin terharu—di tengah keterbatasannya, Davit masih memikirkan kenyamanan para sahabatnya.

Sentuhan Keibuan dari Cimrawati

Di antara rombongan, Cimrawati memberi warna berbeda. Sikap lembutnya, ditambah kalimat-kalimat yang menenangkan, memberi kekuatan tambahan untuk Davit yang sedang mempersiapkan diri secara mental.

Sesekali ia menepuk bahu Davit, menghadirkan aura keibuan yang membuat suasana semakin hangat.

Obrolan Mengalir Hingga Urusan Organisasi

Tak hanya tawa yang mengisi ruangan. Obrolan mengalir pada hal mendalam: perjalanan organisasi, tantangan, serta harapan masa depan IKW-RI. Tidak ada batas antara ketua dan anggota—yang ada hanya keluarga dalam satu perjuangan yang sama.

Doa Menjelang Operasi

Meskipun suasana penuh canda, tiap anggota menyimpan doa yang sama: kelancaran dan kesembuhan bagi Davit.

“Davit itu bukan hanya ketua, tapi abang, kawan, sekaligus saudara bagi kami,” ujar seorang anggota.


Perpisahan yang Berat

Menjelang sore, satu per satu anggota berpamitan. Dari raut wajah Davit, terlihat keinginan untuk memperpanjang kebersamaan itu. Ada haru yang mengendap, namun juga kekuatan baru yang muncul dari dukungan para sahabatnya.

Pesan yang Tertinggal

Kunjungan sederhana tersebut meninggalkan pesan kuat:

IKW-RI bukan sekadar organisasi profesi.
Ia adalah rumah kedua, tempat semua saling menguatkan.

Rombongan pulang dengan hati lebih ringan dan satu doa yang sama:

Semoga operasi mata Davit Efendi berjalan lancar, pemulihan cepat, dan kekompakan IKW-RI tetap terjaga selamanya.

(Fit S)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update